Home » , » Bagaimana Kelemahan Android menjadi Kekuatan Terbesar dalam Melawan iOS, Blackberry, dan Windows Phones

Bagaimana Kelemahan Android menjadi Kekuatan Terbesar dalam Melawan iOS, Blackberry, dan Windows Phones

Advertisement:

Fragmentasi Android merupakan isu bagi pengembang dan menjadi kelemahan dari sistem operasi mobile. Namun, fragmentasi Android juga menjadi kekuatan terbesar mengapa sekarang mereka adalah platform paling dominan di dunia. Apakah hal tersebut harus Apple tiru untuk memenangkan persaingan pangsa pasar?


Fragmentasi adalah suatu aplikasi yang dijalankan pada satu perangkat, namun tidak bisa dijalankan pada perangkat lain yang menggunakan sistem operasi sama.

Kelemahan Android: Fragmentasi

OS Android memiliki banyak versi, perangkat yang menjalankan Android berasal dari berbagai bentuk dan ukuran, termasuk ukuran layar dan tingkat kinerja perangkat yang berbeda-beda pula. Semua itu merupakan penyebab fragmentasi Android dimana pengembang berusaha untuk mengoptimalkan aplikasi sesuai masing-masing kategori. Hal ini sangat menantang dan memakan waktu.

Kelebihan Fragmentasi

Dari kelemahan tersebut, Fragmentasi Android malah memiliki beberapa keuntungan yang pada akhirnya membuat mereka sukses. Perangkat Android dengan hardware dan ukuran yang berbeda menjangkau kosumen pada seluruh kelas ekonomi sehingga memungkinkan pengguna untuk memilih ponsel atau tablet sesuai kebutuhan mereka baik yang besar atau kecil, murah atau mahal, maupun sederhana atau premium.

Keuntungan bagi Pengembang Aplikasi

Konsumen bukan satu-satunya pihak yang diuntungkan dengan adanya fragmentasi, pengembang juga demikian. Meskipun lebih menantang dan memakan waktu untuk mengoptimalkan aplikasi, namun pengembang memiliki jangkauan pengguna yang lebih luas dibandingkan dengan platform mobile yang kurang terfragmentasi. Aplikasi yang teroptimalisasi dapat menjangkau perangkat yang menggunakan versi Android lebih rendah sehingga hasilnya dapat dimiliki oleh pengguna menengah ke bawah.

Pemain Lokal bisa Bergabung

Perangkat Android diproduksi oleh beberapa perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan besar dengan brand yang sudah ternama. Konsep open source Android memungkinkan setiap produsen untuk bergabung. Variasi harga yang tersedia di masyarakat lebih beragam, sehingga konsumen bisa memilih brand lokal daripada brand luar, murah meriah.

Haruskah OS lainnya Meniru?

iOS saat ini sedang kehilangan dominasi mereka di pangsa pasar dunia termasuk persaingan tablet Android dengan iPads. iOS merupakan OS yang kurang terfragmentasi dibandingkan dengan Android. Perangkat Apple lebih mahal dibanding Android, sedangkan konsumen menginginkan produk yang lebih praktis penggunaannya. Mengapa seseorang harus membeli iPhone 5 dengan menguras dompet sedangkan ada alternatif lainnya yang lebih murah?

Memang benar bahwa beberapa pihak menyebut Android sebagai OS kelas dua, namun tidak ada yang menyangkal bahwa mayoritas orang menggunakan gadget Android. Apple saat ini sedang mencoba membuat perangkat berkategori low-end. Pada dasarnya Android tidak mengembangkan sesuatu yang keliru tetapi melakukan sesuatu yang pantas membuat iri pihak lain.

Advertisement:

Share artikel via Google
Like kami via Facebook
Follow Me on Pinterest